Hargailah setiap karya orang...................
Karena setiap hasil karya pasti mempunyai fungsi dan ada artinya.................

Senin, 23 Juli 2012

RANGKAIAN SENSOR CAHAYA (LDR) UNTUK KIPAS 12 Volt


LAPORAN TUGAS AKHIR
PRAKTIK PENGTURAN DAN TRANSDUSER
“ RANGKAIAN SENSOR CAHAYA (LDR)
UNTUK KIPAS 12 Volt “


 



         KELOMPOK  :
YUTI YUNITA                   ( 58181/2010 )
DIANA LUKMANA          ( 53639/2010 )
PANDAN AYU NOVIA     ( 58180/2010 )



FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012


 RANGKAIAN SENSOR CAHAYA ( LDR ) UNTUK KIPAS 12 Volt

1.      TUJUAN
Agar mahasiswa dapat mengetahui cara merangkai rangkain dengan menggunakan sensor cahaya ( LDR ) dan mengetahui cara kerja rangkaian tersebut.

2.      TEORI SINGKAT
Model Op-Amp

      Op-amp mempunyai karakteristik resistansi masukan yang besar, resistansi keluaran yang kecil dan penguatan yang besar. Op-amp digunakan dalam penguat audio maupun untuk aplikasi peralatan elektronik. Simbol dari op-amp diperlihatkan pada gambar 1. Dari simbol tersebut terlihat adanya dua masukan, yaitu masukan non-inverting (V+) dan masukan inverting (V-). Vo merupakan keluaran dari op-am
                                               

           Gambar 1. Simbol op-amp.
Hubungan antara selisih masukan (V+ - V-) dan tegangan keluaran (Vo) diperlihatkan pada gambar 2

                                                     .
                                                 Gambar 2. Tegangan keluaran op-amp.
     
 
Untuk mendapatkan penguatan yang linier, op-amp harus dioperasikan di daerah linier, pada saat ini
          Vo = A(V+ - V-)
Dalam menganalisa rangkaian op-amp, disini digunakan pendekatan-pendekatan, yaitu
    A = tak terhingga  (A>100,000)
   Ri = tak terhingga (Ri>100 kOhm)
   Ro = 0
Dimana
     A  : Penguatan op-amp (tanpa balikan/lingkar terbuka)
     Ri  : Tahanan masukan op-amp
     Ro : Tahanan keluaran op-amp

OP-AMP Ideal
     Op-amp ideal seperti diperlihatkan pada gambar 3, mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
       Ii = 0
       V+ - V- = 0

Gambar 3. Op-amp ideal
Ii  merupakan  arus  pada  masukan  op-amp.  Harga  Ii  =  0  dan V+ - V- = 0 didapat dari pendekatan-pendekatan sebelumnya.
Suatu contoh IC berisi op-amp adalah IC 741, lihat gambar 5.
Gambar 5. IC 741
Fungsi dari masing-masing pin pada IC tersebut adalah sebagai berikut :
     pin 1 : offset nol
     pin 2 : masukan inverting
     pin 3 : masukan non-inverting
     pin 4 : sumber tegangan (VCC = -15 V)
     pin 5 : offset nol
     pin 6 : keluaran
     pin 7 : sumber tegangan (VCC = +15V)
     pin 8 : tidak dipakai

LDR (Light Dependent Resistor)
        LDR atau Light Dependent Resistor adalah jenis resistor yang memiliki nilai resistansi yang tidak tetap. Artinya nilai tahanan/resistansi komponen ini dapat berubah-ubah. Perubahan nilai resistansinya tergantung (cape' deh:-D) dari kuat lemahnya cahaya yang dia terima, makanya dinamakan Light Dependent Resistor atau resistor yang bergantung pada cahaya.
       Pada keadaan gelap tanpa cahaya sama sekali, LDR memiliki nilai resistansi yang besar (sekitar beberapa Mega ohm). Nilai resistansinya ini akan semakin kecil jika cahaya yang jatuh ke permukaannya semakin terang. Pada keadaan terang benderang (siang hari) nilai resistansinya dapat mengecil hingga beberapa ohm saja (hampir seperti konduktor).
       Dengan sifat LDR yang demikian maka LDR biasa digunakan sebagai sensor cahaya. Contoh penggunaannya adalah pada lampu taman dan lampu di jalan yang bisa menyala di malam hari dan padam di siang hari secara otomatis.
Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya.
Transistor PNP
Transistor PNP terdiri dari selapis semikonduktor tipe-n diantara dua lapis semikonduktor tipe-p. Arus kecil yang meninggalkan basis pada moda tunggal emitor dikuatkan pada keluaran kolektor. Dengan kata lain, transistor PNP hidup ketika basis lebih rendah daripada emitor. Tanda panah pada simbol diletakkan pada emitor dan menunjuk kedalam.

Resistor
Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya, berdasarkan hukum Ohm:
Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, resistor harus cukup besar secara fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat memboroskan daya.

Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.

3.      ALAT DAN BAHAN
-          R1 LDR
-          R2,R3 10K Resistor
-          R4 8,2K Resistor
-          R5 1K Resistor
-          C1 1000 uf
-          IC-1 741 Op-Amp
-          Q1 2N290
 
3.      GAMBAR RANGKAIAN


3.      CARA KERJA RANGKAIAN
LDR R1 adalah titik utama dalam rangkaian ini. LDR memiliki hambatan 10K ohm. Jika cahaya mengenai LDR dan ketika batas tegangan yang ditentukan oleh R4 tercapai. Kemudian terjadi keluaran dari op amp dari tinggi ke rendah menyebabkan transistror Q1 akan jenuh dan memungkinkan arus mengalir melalui emitor ke kolektor. Kapasitor C1 bertindak sebagai filter untuk kebisingan kipas serta memberikan arus awal yang cocok untuk motor kipas. Jika tetap bising C1 bisa ditukar nilainya.

Read More..

Selasa, 20 Maret 2012

Kamis, 16 Februari 2012

TUGAS 1 SISTEM INFORMASI ( PERUSAHAAN E-COMMERCE )

Nama Resmi                    PT Bhinneka Mentari Dimensi

Alamat                             Jl. Gunung Sahari Raya 73C # 5-6
                                         Jakarta - Pusat, 10610
                                         Indonesia

Visi                                    A World class company as a breeding ground for future entrepreneurs with spirit  IT utilization 
    (Perusahaan kelas dunia sebagai tempat berkembangnya pengusaha masa depan dengan semangat pemanfaatan TI )

Misi                                  To be Indonesia's No.1 IT retailer through 8 dimensions concept that deliver the ultimate experience in shopping IT products, encountering high tech yet still remaining humane to customers   
   ( Untuk menjadi pedangan no. 1 di Indonesia melalui 8 konsep dimensi yang memberikan kenyamanan terbaik dalam berbelanja produk IT, menggunakan teknologi tinggi namun tetap peduli terhadap pelanggan )

Sub Bagian                      Total IT Solution
                                          Specialize in Computer Hardware & 
                                          Software Distribution

Input                                 Para siswa dan Barang dari produsen

Output                              Ahli-ahli di bidang teknologi dan 
                                         barang terjual


Read More..

Selasa, 22 November 2011

KESEHATAN,KESELAMATAN KERJA DAN HUKUM KETENAGAKERJA


1 . JAMSOSTEK
            “ Seluruh tenaga kerja yang bekerja pada proyek ini di lindungi dalam program JAMSOSTEK “
     JAMSOSTEK atau Jaminan Sosial Tenaga Kerja  adalah program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu yang penyelenggarannya menggunakan mekanisme asuransi sosial.
            Program ini memberikan perlindungan bersifat dasar, untuk menjaga harkat dan martabat manusia jika mengalami resiko-resiko sosial ekonomi dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja.

2 . “ Untuk Masuk Ke Area Ini Anda Harus Memakai Helm Dan Sepatu ”
            Maksud dari kalimat tersebut adalah semua yang masuk ke area proyek tersebut harus memakai helm dan sepatu,karena helm dan sepatu adalah alat untuk melindungi kita dari kecelakaan kerja,maka dari itu,dengan memakai helm dan sepatu,maka kecelakaan kerja terhindari dan keselamatan pun terjaga.

3 . “ Utamakan Keselamatan Kerja “
            Keselamatan kerja memang menjadi perhatian ekstra bagi para pemilik perusahaan atau bagi suatu penyalesaian proyek-proyek tertentu. Mereka sangat memperhatikan aspek keselamatan,ini karena tenaga kerja adalah asset utama baginya. Maka dari itu harus selalu di jaga keselamatannya.
Read More..

GAMBARAN TATA TULIS ILMIAH KE DEPAN

            Tata tulis ilmiah merupakan aturan penulisan suatu karya untuk menghasilkan ilmu pengetahuan atau sesuatu yang dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah dan menurut aturan ilmiah ( karya ilmiah ) secara terstruktur.
           
Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah ( karya ilmiah ), antara lain  laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalamkarya ilmiah tersebut dijadikan acuan  (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah,  laporan praktikum, dan skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan  kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal ketika mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan “verifikasi” terhadap proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum  didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Ditinjau dari perkembangan zaman dan dengan semakin banyaknya siswa tamatan dari SMA yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, maka akan semakin banyak juga yang akan menulis atau menghasilkan suatu karya ilmiah untuk ke depannya,karena karya ilmiah tersebut memang suatu kewajiban atau salah satu syarat bagi semua yang akan menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi,baik itu negeri atau swasta. Maka dari itu karya ilmiah untuk ke depannya akan semakin berkembang ke arah yang lebih baik lagi atau ke arah yang lebih sempurna lagi.

Dengan semakin banyak manusia yang menghasilkan karya ilmiah,maka akan semakin banyak juga yang akan di teliti atau di telusuri di bumi atau di dalam kehidupan manusia,dengan begitu manusia akan semakin banyak mengetahui tentang hal-hal tersebut,jadi karya ilmiah akan sangat berguna bagi manusia untuk membuka matanya dalam hal-hal yang belum diketahuinya sehingga bisa di ketauinya. Bukan Cuma itu,perkembangan karya ilmiah juga sangat berguna dan berkaitan erat dengan perkembangan zaman,misalnya dalam hal perkembangan teknologi,karena sebuah teknologi tidak akan berkembang tanpa adanya penelitian terlebih dahulu,dan hasil dari penelitian tersebut akan di tuangkan dalam bentuk sebuah laporan penelitian dan laporan penelitian tersebut adalah salah satu dari bentuk karya ilmiah. Perkembangan teknologi adalah suatu jalan untuk mempermudah kerja manusia dalam hal apapun. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah sangat menguntungkan bagi kehidupan manusia dan juga bisa mempermudah kerja manusia.
Read More..

Jumat, 11 Maret 2011

PENGENALAN MULTIMETER


Multitester/multimeter adalah alat untuk mengukur tegangan AC/DC,arus DC dan tahanan. Untuk mengukur tegangan,saklar pilih multitester dikembalikan pada posisi ACV atau DCV dan alat ukur dipasang secara paralel dengan beban ( yang akan di ukur ) . Bila yang di ukur adalah arus DC maka saklar pemilih di atur pada posisi DC mA dan alat ukur ukur di pasang seri dengan beban . Sedangkan untuk mengukur tahanan,saklar pemilih di atur pada posisi Ohm dan alat ukur di pasang secara paralel dengan beban ( perlu di ingat beban dalam keadaan tidak berarus listrik ) . Hasil pengukuran dapat di ketahui dengan membaca skala yang sesuai dengan penempatan posisi skala pemilih.
Read More..

Kamis, 06 Januari 2011

ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

Elemen Aktif
Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi, pada mata kuliah Rangkaian
Listrik yang akan dibahas pada elemen aktif adalah sumber tegangan dan sumber arus.
Pada pembahasan selanjutnya kita akan membicarakan semua yang berkaitan dengan
elemen atau komponen ideal. Yang dimaksud dengan kondisi ideal disini adalah bahwa
sesuatunya berdasarkan dari sifat karakteristik dari elemen atau komponen tersebut dan
tidak terpengaruh oleh lingkungan luar. Jadi untuk elemen listrik seperti sumber
tegangan, sumber arus, kompone R, L, dan C pada mata kuliah ini diasumsikan
semuanya dalam kondisi ideal.
1. Sumber Tegangan (Voltage Source)
Sumber tegangan ideal adalah suatu sumber yang menghasilkan tegangan yang
tetap, tidak tergantung pada arus yang mengalir pada sumber tersebut, meskipun
tegangan tersebut merupakan fungsi dari t.
Sifat lain :
Mempunyai nilai resistansi dalam Rd = 0 (sumber tegangan ideal)
a. Sumber Tegangan Bebas/ Independent Voltage Source
Sumber yang menghasilkan tegangan tetap tetapi mempunyai sifat khusus
yaitu harga tegangannya tidak bergantung pada harga tegangan atau arus
lainnya, artinya nilai tersebut berasal dari sumbet tegangan dia sendiri.
Simbol :
b. Sumber Tegangan Tidak Bebas/ Dependent Voltage Source
Mempunyai sifat khusus yaitu harga tegangan bergantung pada harga
tegangan atau arus lainnya.
Simbol :

2. Sumber Arus (Current Source)
Sumber arus ideal adalah sumber yang menghasilkan arus yang tetap, tidak
bergantung pada tegangan dari sumber arus tersebut.
Sifat lain :
Mempunyai nilai resistansi dalam Rd = ∞ (sumber arus ideal)
a. Sumber Arus Bebas/ Independent Current Source
Mempunyai sifat khusus yaitu harga arus tidak bergantung pada harga
tegangan atau arus lainnya.
Simbol :

b. Sumber Arus Tidak Bebas/ Dependent Current Source
Mempunyai sifat khusus yaitu harga arus bergantung pada harga tegangan
atau arus lainnya.
Simbol :

Elemen Pasif
1. Resistor (R)
Sering juga disebut dengan tahanan, hambatan, penghantar, atau resistansi
dimana resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat arus, pembagi arus , dan
pembagi tegangan.
Nilai resistor tergantung dari hambatan jenis bahan resistor itu sendiri
(tergantung dari bahan pembuatnya), panjang dari resistor itu sendiri dan luas
penampang dari resistor itu sendiri.
Secara matematis :
R=ρ l/A
dimana : ρ = hambatan jenis
               l = panjang dari resistor
               A = luas penampang
Satuan dari resistor : Ohm ( Ω)

Jika suatu resistor dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua ujung dari resistor
tersebut akan menimbulkan beda potensial atau tegangan. Hukum yang didapat
dari percobaan ini adalah: Hukum Ohm.
Mengenai pembahasan dari Hukum Ohm akan dibahas pada bab selanjutnya.
VR = IR
2. Kapasitor (C)
Sering juga disebut dengan kondensator atau kapasitansi. Mempunyai fungsi
untuk membatasi arus DC yang mengalir pada kapasitor tersebut, dan dapat
menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.
Nilai suatu kapasitor tergantung dari nilai permitivitas bahan pembuat kapasitor,
luas penampang dari kapsitor tersebut dan jarak antara dua keping penyusun dari
kapasitor tersebut.
Secara matematis :
C =εA/d

dimana : ε = permitivitas bahan
              A = luas penampang bahan
              d = jarak dua keping
Satuan dari kapasitor : Farad (F)

Jika sebuah kapasitor dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua ujung
kapaistor tersebut akan muncul beda potensial atau tegangan, dimana secara
matematis dinyatakan :
 ic = C.dvc/dt
Penurunan rumus :
Q = CV
dq = Cdv
dimana :
i=dq/dt

dq = i.dt

sehingga :
i.dt = Cdv

i=C.dv/dt

Dari karakteristik v - i, dapat diturunkan sifat penyimpanan energi pada
kapasitor.

p=dw/dt

dw = p.dt

∫ dw = ∫ p.dt

Misalkan : pada saat t = 0 maka v = 0
                  pada saat t = t maka v = V

Sehingga :   yang merupakan energi yang

disimpan pada


kapasitor dalam bentuk medan listrik.
Jika kapasitor dipasang tegangan konstan/DC, maka arus sama dengan nol.
Sehingga kapasitor bertindak sebagai rangkaian terbuka/ open circuit untuk
tegangan DC.

3. Induktor/ Induktansi/ Lilitan/ Kumparan (L)
Seringkali disebut sebagai induktansi, lilitan, kumparan, atau belitan. Pada
induktor mempunyai sifat dapat menyimpan energi dalam bentuk medan
magnet.
Satuan dari induktor : Henry (H)


Arus yang mengalir pada induktor akan menghasilkan fluksi magnetik ( φ ) yang
membentuk loop yang melingkupi kumparan. Jika ada N lilitan, maka total
fluksi adalah :

Dari karakteristik v-i, dapat diturunkan sifat penyimpan energi pada induktor.

Misalkan : pada saat t = 0 maka i = 0
                  pada saat t = t maka i = I
sehingga ;   merupakan energi yang disimpan pada induktor L

dalam bentuk medan magnet.
Jika induktor dipasang arus konstan/DC, maka tegangan sama dengan nol.
Sehingga induktor bertindak sebagai rangkaian hubung singkat/ short circuit.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan :
1. Tegangan antara 2 titik, a dan b digambarkan dengan satu anak panah seperti
    pada gambar dibawah ini :

Vab menunjukkan besar potensial relatif titik a terhadap titik b.

2. Tegangan yang dipakai pada buku ini adalah tegangan drop/ jatuh dimana       akan
bernilai positif, bila kita berjalan dari potensial tinggi ke potensial rendah.
Contoh :


Voltage drop : Vac = Vab + Vbc = IR – V

3. Setiap arus yang melewati komponen pasif maka terminal dari komponen
    tersebut pertamakali dialiri arus akan menjadi potensial lebih tinggi
    dibandingkan potensial terminal lainnya.
4. Bedakan antara sumber tegangan dan pengukur tegangan/ Voltmeter.
    Sumber tegangan (Rd = 0)
    Voltmeter (Rd = ∞ )
    Voltmeter dipasang paralel pada komponen yang akan diukur supaya tidak     ada
    arus yang melalui Voltmeter.

5. Bedakan antara sumber arus dan pengukur arus/ Amperemeter
    Sumber arus (Rd = ∞ )
    Amperemeter (Rd = 0)
Amperemeter dipasang seri pada komponen yang akan diukur supaya tegangan
pada Amperemeter samadengan nol.

Perlu diingat bahwa rangkaian paralel adalah pembagi arus dan rangkaian seri
adalah pembagi tegangan. Pembahasan rangkain seri dan paralel akan dibahas
pada bab selanjutnya.

6. Rangkaian Hubung Singkat (Short Circuit)
    Sifat : Vab selalu samadengan 0, tidak tergantung pada arus I yang mengalir
    padanya.
    Vab = 0
    Rd = 0

7. Rangkaian Terbuka (Open Circuit)
   Sifat : arus selalu samadengan 0, tidak tergantung pada tegangan a-b.
   I=0
   Rd = ∞


Read More..